Sabtu, 25 Februari 2012

Pemuda, Siapa Dia??


Soekarno pernah berkata  “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan aku goncangkan dunia”.  Sebuah pernyataan yang tentunya mengundang banyak perhatian, ada apakah dengan pemuda?
Menteri Pemuda dan Olahraga pada tahun 2009 telah menetapkan bahwa usia pemuda terdapat pada rentang 18 sampai 35 tahun. Kemudian, PBB merekomendasikan bahwa seseorang masuk dalam kategori pemuda dalam usia 15 sampai 24 tahun. Dan mungkin banyak lagi teori-teori dari berbagai pihak yang mengklasifikasikan atau menentukan rentang usia sehingga seseorang dapat disebut sebagai pemuda, dan tentunya persepsi yang timbul dari berbagai kalangan tentang pemuda akan beragam. Namun pada intinya, kita perlu mengetahui bagaimana kepribadian atau hal-hal apa saja yang ada dalam diri para pemuda, karena kata “pemuda” ini akan lebih mudah kita nilai dengan melihatnya dari sisi kepribadian, bukan dari rentang usia seseorang.
Kepribadian pemuda
            Kepribadian memiliki pengertian keseluruhan cara dimana individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain, atau lebih sering kita deskripsikan sebagai sifat yang ditunjukan seseorang dalam kesehariannya. Jika dikaitkan dengan pemuda, dapat kita gambarkan beberapa ciri khas kepribadian yang ada dalam diri seorang pemuda. Pertama, pemuda memiliki semangat yang tinggi. Semangat untuk menuntut ilmu dan semangat untuk berprestasi, serta semangat untuk melakukan perubahan. Dengan semangat-semangat inilah yang membuat banyak dari kalangan pemuda dapat menghasilkan karya-karya besar dan mencatatkan nama mereka di lembar sejarah peradaban bangsa ini.   Kedua, pemuda memiliki fisik yang kuat. Ini merupakan hal yang  membedakan pemuda dengan yang lainnya, karena dengan fisik yang kuat seorang pemuda dapat bekerja secara totalitas. Kondisi fisik pada usia muda telah mencapai masa puncaknya, sebelum nantinya kembali menurun di usia tua. Untuk itu, fase inilah yang sangat potensial untuk berkarya. Ketiga, pemuda memiliki keikhlasan dalam beramal/bekerja. Para pemuda banyak aktif di berbagai organisasi, baik itu di sekolah, kampus, ataupun di lingkungan masyarakat. Namun jika kita coba perhatikan, keaktifan mereka di berbagai organisasi tersebut tidak memberikan keuntungan secara materi sedikitpun kepada mereka, mereka tidak mendapatkan bayaran atas apa yang ia lakukan di organisasi yang ia ikuti. Bahkan mereka terkadang harus mengorbankan kepentingan akademik atau keluarganya hanya  untuk memberikan kebermanfaatan kepada orang banyak.
Pemuda dalam sejarah
            Para pemuda telah banyak mencatatkan nama-namanya dalam lembaran-lembaran sejarah di negeri ini. Sebut saja peristiwa kebangkitan nasional yang ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo, yang merupakan wadah perjuangan para pemuda yang pertama kali berdiri di negeri ini. Dimana ketika itu timbul semangat dari para pelajar dan mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari para penjajah. 20 tahun berselang muncul peristiwa sumpah pemuda, yang lagi-lagi aktor utamanya adalah para pemuda. Dalam peristiwa tersebut para pemuda dari seluruh penjuru negeri yang diwakili organisasi-organisasi kepemudaan di daerahnya masing-masing berkumpul untuk berikrar satu tanah air, bangsa, dan bahasa. Para pemuda juga memiliki andil yang cukup besar dalam terlaksananya  Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kalau saja ketika itu para golongan muda yang diantaranya terdapat Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana tidak berinisiatif untuk membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok dan mendesak mereka untuk segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, mungkin kemerdekaan Indonesia dapat tertunda atau bahkan tidak dapat terlaksanakan. Peristiwa bersejarah yang paling terbaru adalah reformasi, dimana ketika itu para pemuda yang diwakili oleh mahasiswa berhasil menurunkan rezim Soeharto yang telah berkuasa sangat lama di negeri ini.

Bagaimana pemuda hari ini?
Sejarah telah berbicara akan pentingnya pemuda dalam membangun bangsa, namun hari ini apakah para pemudanya telah menjalankan fungsinya dengan baik seperti apa yang telah dilakukan para pelaku sejarah sebelumnya? Tentu banyak dari kita hari ini berpendapat bahwa masa muda adalah masanya untuk bersenang-senang. Pemuda hari ini identik dengan budaya menyontek. Hal ini dapat kita lihat ketika para pelajar kita menghadapi ujian, menyontek sudah menjadi hal yang lumrah bagi mereka, mahasiswanya pun juga tidak jauh berbeda.  Sering kita mendengar bahwa menyontek merupakan awal dari korupsi, tentunya hal ini akan dapat berdampak buruk jika tidak segera diperbaiki. Mungkin saja peringkat Indonesia dapat meningkat sebagai negara terkorup di dunia. Kemudian, pemuda hari ini cukup identik pula dengan para pelaku anarkisme. Perkelahian ataupun tawuran seakan telah menjadi kebiasaan di kalangan para pelajar maupun mahasiswa. Para pemuda yang seharusnya dapat memberikan karya-karya terbaiknya kepada masyarakat, hari ini justru lebih banyak menimbulkan keresahan di dalam masyarakat.
Dibalik pandangan-pandangan negatif tersebut, kita juga tidak boleh memungkiri bahwa masih ada pemuda yang memberikan kontribusinya untuk masyarakat.
Fungsi mahasiswa
            Mahasiswa sebagai salah satu bagian dari kalangan pemuda memiliki peran yang sangat potensial dalam perkembangan suatu bangsa, karena mereka diberikan label sebagai kaum intelektual. Bahkan ada beberapa pihak yang berpendapat bahwa mahasiswa merupakan salah satu dari beberapa elemen penting negara di luar lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, serta media masa. Ada 3 fungsi yang telah disematkan kedalam dada para mahasiswa. Pertama, mahasiswa memiliki fungsi sebagai agent of change. Dengan segala kompetensi yang dimilikinya, mahasiswa mengemban amanah sebagai agen perubah dalam sebuah bangsa. Hal ini dapat dilihat dari beberapa peristiwa sejarah yang telah mencatatkan nama mahasiswa sebagai pelaku utama dalam sebuah perubahan. Kedua, fungsi mahasiswa adalah sebagai iron stock. Mahasiswa hari ini tentunya merupakan orang-orang yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin saat ini. Pemuda atau mahasiswa khususnya merupakan generasi yang akan memimpin bangsa ini nantinya. Untuk itu, bagaimana keadaan bangsa ini di masa depan dapat kita lihat dari kondisi pemudanya hari ini. Ketiga, fungsi mahasiswa yaitu sebagai social control. Mahasiswa dengan intelektualitas serta kekritisannya diharapkan mampu menjadi pihak yang dapat terus mengawasi jalannya pemerintahan di sebuah negara. Selain memberikan kritikannya, mahasiswa juga harus mampu menawarkan solusi-solusi terbaik yang dapat berguna untuk menyelesaikan segala permasalahan yang ada.
            Itulah pemuda… Dengan segala keunikan yang dimilikinya, ia mampu memberikan banyak hal untuk bangsanya. Walaupun hari ini ia lebih dikenal dengan keburukan-keburukannya, namun kehadirannya tetap dinanti.. Dinanti untuk menggoncangkan dunia ini.

Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.” (Soekarno)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar